Skip to content

Pemerintah menegaskan prinsip human-centered AI, tetapi tantangannya ada pada implementasi

Views: 7

1 min read

Pemerintah Indonesia pada 3 September menegaskan bahwa pembangunan ekosistem AI harus berpusat pada manusia. Pernyataan itu muncul dalam diskusi tentang kesenjangan kemampuan AI di Indonesia. Kerangka yang ditekankan adalah AI sebagai alat yang memperkuat kapasitas manusia, bukan menggantikan agensi manusia.

Di tingkat global, World Bank baru saja menutup Global EdTech Policy Academy di Seoul pada 4 September, yang secara khusus membahas pergeseran dari kebijakan AI menuju implementasi berskala besar di sektor pendidikan. Fokusnya termasuk manfaat nyata, safeguards, serta kapasitas negara menerjemahkan prinsip etis menjadi desain kebijakan.

Istilah human-centered AI mudah menjadi slogan jika tidak diterjemahkan ke dalam desain asesmen, perlindungan pekerjaan, transparansi algoritmik, dan batas delegasi keputusan.

PR-nya adalah bagaimana “Human-centered AI dapat diuji.” Dalam pendidikan tinggi, indikatornya dapat dibuat konkret: apakah AI meningkatkan epistemic agency mahasiswa dan dosen, atau justru memindahkan proses berpikir kepada mesin?

Bagikan ke: