Skip to content

Apa dan Mengapa Berpikir Disosiatif

Dalam konteks dunia yang berkarakter disruptif, kemampuan untuk berpikir disosiatif menjadi kata kunci penting. Berpikir disosiatif bisa disebut dengan berpikir di luar kotak (out of box). Berpikir disosiatif adalah proses mental yang melibatkan pemisahan diri… 

Bagikan ke:

Pengalaman Spiritual Otentik versus Maya

Dalam era digital saat ini, kegiatan spiritual seperti shalawatan telah menemukan ruang baru dalam media online. Namun, fenomena berbeda terjadi di IAIN Ponorogo. Kegiatan shalawatan (08/05/2024) bersama Habib Ali Zainal Abidin dan Majlis Az Zahir… 

Bagikan ke:

Sungai Banjarmasin: Petualangan Seru di Pasar Apung

Halo, teman-teman! Siapa yang tidak kenal dengan Banjarmasin, kota seribu sungai di Negeri Ini? Yup, Banjarmasin memang terkenal dengan keindahan sungai-sungainya yang memikat hati. Nah, di tengah gemerlapnya kota ini, ada satu destinasi wisata yang… 

Bagikan ke:

Amanah dalam Hati dan Tindakan

Secara harfiah, kata amanah berarti “jujur, dapat dipercaya”, yakni lawan kata dari khiyanah. Karenanya kata amanah sering kali dilekatkan pada seseorang yang selalu berkata benar atau seseorang yang menepati janji. Amanah mempunyai akar kata yang sama dengan iman (I-m-n), yang bermakna… 

Bagikan ke:

Puasa dan Makna Sosial Takwa

Puasa mempunyai makna al-imsak, menahan dari sesuatu yang membatalkan puasa seperti makan dan minum serta hawa nafsu yang angkara. Puasa yang sekedar bersifat fisik tidak mendapatkan sesuatu kecuali lapar dan haus. Puasa menjadi ritual yang… 

Bagikan ke:

Menolak Antikuarisme Tafsir al-Qur’an

Ramadan adalah bulan al-Qur’an. Tidak saja al-Qur’an ditadarruskan, tetapi juga diperingati nuzulnya (nuzul al-Qur’an). Momentum ini tepat pula untuk mengkaji al-Qur’an yang dalam tulisan pendek ini berkaitan dengan persoalan tafsir al-Qur’an. Tulisan ini dulunya adalah… 

Bagikan ke: