Skip to content

Agama sebagai Rahmat dan Kemaslahatan: Meretas Nalar Kekerasan

Agama, pada hakikatnya, hadir sebagai rahmat bagi semesta alam. Nilai-nilai kasih sayang, kedamaian, dan keadilan yang diajarkan oleh agama semestinya menjadi landasan hidup dalam bermasyarakat. Namun, kenyataan di lapangan sering kali menunjukkan sebaliknya. Agama justru… 

Bagikan ke:

Cinta: dari Hasrat ke Kebijaksanaan

Dialog tentang cinta antara Plato dan Sokrates bisa ditemukan dalam karya Plato yang berjudul Symposium. Dalam dialog ini, Sokrates, sebagai salah satu tokoh utama, mendiskusikan konsep cinta (eros) melalui percakapan dengan beberapa karakter lain, termasuk… 

Bagikan ke:

Integrasi Internal dan Lintas Keilmuan (Catatan Webinar)

Integrasi keilmuan sejatinya tidak hanya menjadi mandat UIN, tetapi juga IAIN (level Institut) dan bahkan STAIN (level Sekolah Tinggi). Walaupun mandat tersebut tentu berbeda karena perbedaan skala luas bidang ilmu yang diajarkan. Namun mandat ini… 

Bagikan ke:

Ordinary Self vs True Self: Menjadi Otentik di Tengah Keseragaman

Istilah “ordinary self” dan “true self” pertama kali diperkenalkan oleh Donald Winnicott, seorang psikoanalis dan psikiater terkenal pada abad ke-20. Menurut Winnicott, “ordinary self” adalah diri yang kita bentuk untuk menyesuaikan diri dengan harapan dan… 

Bagikan ke:

Menyelami Budaya Akademik di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam

Saat pertama kali bertemu dengan mahasiswa baru di Fakultas Syariah IAIN Ponorogo dalam momen PBAK Fakultas (15/08/2024), saya  merasakan energi yang luar biasa dari antusiasme mereka untuk memulai perjalanan akademik yang baru. Pada kesempatan tersebut,… 

Bagikan ke:

Teori Gerakan Ganda: Warisan Fazlur Rahman dalam Tafsir Modern

Fazlur Rahman, seorang intelektual brilian abad ke-20, memberikan warna baru dalam kajian Islam dengan memperkenalkan teori tafsir yang revolusioner: “double movement” atau gerakan ganda. Teori ini menawarkan pendekatan segar yang menghubungkan masa lalu dan masa… 

Bagikan ke:

Moderasi Beragama dalam Konteks Global

Moderasi Islam, atau “wasatiyyah,” adalah pendekatan yang menekankan keseimbangan, toleransi, dan keadilan dalam menjalankan ajaran Islam. Dalam konteks globalisasi, moderasi ini makin menemukan makna pentingnya. Isu laten ekstremisme dan intoleransi yang sering dikaitkan dengan agama… 

Bagikan ke:

Long Distance Marriage: Antara Kebutuhan dan Tantangan

Long Distance Marriage (selanjutnya disebut dengan LDM) atau perkawinan jarak jauh adalah fenomena sosial yang semakin umum di tengah-tengah masyarakat. Latar belakang fenomena ini seringkali berkaitan dengan faktor ekonomi, pendidikan, dan pekerjaan yang memaksa pasangan… 

Bagikan ke:

Apa dan Mengapa Berpikir Disosiatif

Dalam konteks dunia yang berkarakter disruptif, kemampuan untuk berpikir disosiatif menjadi kata kunci penting. Berpikir disosiatif bisa disebut dengan berpikir di luar kotak (out of box). Berpikir disosiatif adalah proses mental yang melibatkan pemisahan diri… 

Bagikan ke:

Pengalaman Spiritual Otentik versus Maya

Dalam era digital saat ini, kegiatan spiritual seperti shalawatan telah menemukan ruang baru dalam media online. Namun, fenomena berbeda terjadi di IAIN Ponorogo. Kegiatan shalawatan (08/05/2024) bersama Habib Ali Zainal Abidin dan Majlis Az Zahir… 

Bagikan ke: